Rabu, 20 November 2013

Tugas: PERBEDAAN S.O.P PEMERINTAHAN DENGAN S.O.P SWASTA



Tugas
Perencanaan Jaringan Kerja:

PERBEDAAN
S.O.P PEMERINTAHAN DENGAN S.O.P SWASTA








Oleh :
Ardi Perdana S.       (112020100028)


 
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
2013


Pengertian SOP
Standar Operasional Prosedur adalah pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja berdasarkan indikator - indikator teknis, administrasif dan prosedural sesuai dengan tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan. Tujuan SOP adalah menciptakan komitmen mengenai apa yang dikerjakan oleh satuan unit kerja.
Terdapat beberapa pengertian mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP), yaitu:
1.       SOP adalah serangkaian instruksi yang menggambarkan pendokumentasian dari kegiatan yang dilakukan secara berulang pada sebuah organisasi.
2.       SOP adalah suatu panduan yang menjelaskan secara terperinci bagaimana suatu proses harus dilaksanakan.
3.       SOP adalah serangkaian instruksi yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah.
4.       SOP adalah suatu panduan yang dikemukakan secara jelas tentang apa yang diharapkan dan diisyaratkan dari semua karyawan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

Fungsi, Tujuan dan Manfaat SOP
Fungsi dari penerapan SOP antara lain adalah untuk mendefinisikan semua konsep dan teknik yang penting serta persyaratan yang dibutuhkan, yang ada dalam setiap kegiatan yang dituangkan kedalam suatu bentuk yang langsung dapat digunakan oleh karyawan dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari. Dengan demikian tujuan dari adanya SOP ini yaitu untuk memberikan suatu konsep yang jelas, dipahami oleh semua orang dan dituangkan pada suatu dokumen prosedural dalam setiap kegiatan. Sedangkan manfaat adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yaitu :
1.       Menjelaskan detail setiap kegiatan dari proses yang dijalankan
2.       Adanya standarisasi kegiatan
3.       Membantu dalam pengambilan keputusan
4.       Memudahkan dalam transparansi dan akuntabilitas sebuah organisasi
5.       Mengarahkan suatu pekerjaan kepada konsep yang jelas


Bentuk-bentuk SOP
Dalam mengimplementasikan suatu Standar Operasional Prosedur (SOP) di suatu organisasi, bentuk dan jenis SOP yang dibuat haruslah sesuai dengan budaya dan sistem organisasi itu sendiri. Karena inti dari pembuatan SOP ini adalah untuk memudahkan dan menjelaskan proses suatu kegiatan oleh semua pihak.

Ada beberapa bentuk dan kriteria dalam pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP), yaitu :
1.       Simple Steps, yaitu prosedur yang singkat dan tidak membutuhkan banyak keputusan yang ditulis. SOP ini dianut oleh perusahaan yang memiliki pekerja tidak terlalu banyak.
2.       Hierarchical Steps, bentuknya cukup panjang lebih dari 10 langkah, tetapi tidak terlalu banyak keputusan.
3.       Graphic Format, bentuk Graphic Format sama seperti Hierarchical Steps yaitu cukup panjang lebih dari 10 langkah tetapi tidak terlalu banyak keputusan. Perbedaannya terletak dalam penyampaiannya, Graphic Format berisi suatu grafik, gambar, diagram untuk mengilustrasikan apa yang menjadi tujuan dari suatu prosedur.
4.       Flowchart, adalah prosedur yang memiliki banyak keputusan, dapat ditulis dalam bentuk ini. Flowchart merupakan grafik sederhana yang menjelaskan langkah-langkah dalam membuat keputusan.
Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan Flowchart ini yaitu pemakaian simbol-simbol dalam penjelasanya, karena simbol-simbol ini memiliki arti dan makna yang berbeda. Ada beberapa symbol-simbol dari flowchart ini yaitu :



Perbedaan antara SOP yang digunakan swasta dan SOP yang digunakan pemerintah terletak pada beberapa hal sebagai berikut:
Pemerintah
Swasta
Mencamtumkan batas waktu
Tidak mencamtumkan batas waktu
Flowchart/proses lebih panjang
Flowchart/proses lebih sederhana
Tahapan yang digunakan lebih banyak
Tahapan yang digunakan lebih sedikit
Unsur pelaksana lebih banyak
Unsur pelaksana lebih sedikit
Pelaksana dipisahkan dari kegiatan
Pelaksana menjadi satu dengan kegiatan
Prosedur tidak dijelaskan secara rinci
Prosedur dijelaskan secara rinci
Kegiatan yang dilakukan bersifat operasional
Kegiatan yang dilakukan bersifat teknis
Ada dokumen di tiap tahapan
Tidak semua tahapan menggunakan dokumen

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
;